Gelisahnya hati seorang pemuda di tengah malam tepat berada di jantung kota Minyak, Pekanbaru. Empat pulau besar di negara ini telah dia kunjungi hanya untuk menyambung batang demi batang rokok Marlboro yang selalu menemaninya di setiap kondisi apapun dalam menjalani hidup ini.
654 Km dari tempat dia duduk sekarang atau 14 Jam 27 Menit lama waktu yang harus ditempuh melalui Jalan Lintas Timur Sumatera seorang pemuda gelisah itu teringat akan tempat yang menempa hidupnya menjadi sosok yang istimewa dan pantang menyerah, yaitu Medan, yahhhh Medan, kota dimana seluruh masyarakat negara ini menjulukinya sebagai kota Durian. Tepat 7 tahun lalu ada sosok bidadari desa yang sedang menambah ilmu di salah satu Universitas swasta di kota itu berhasil membuat pemuda itu lupa akan kodrat nya sebagai manusia, dimulai saat pertama di sebuah gang kecil yang sampai saat ini dia lupa akan nama dari gang itu, disaat siang akan menyerahkan kekuasaanya terhadap misterius nya malam, untuk pertama kalinya dia melihat wanita berkerudung Syar'i itu melintas di depan rumah kontrakannya sembari melepaskan senyum terindah yang pernah dia lihat dari seorang wanita yang bukan Mahram nya. di dalam hati sang pemuda berkata Maha suci ALLAH sungguh indah ciptaan Mu ini ya Allah, gadis itu pun berlalu tanpa sepotong ucap yang keluar dari bibir indah yang mampu mengalahkan indahnya bibir seorang Megan Fox di film Transformer.
06 Juli 2009 Senin malam itu menjadi salah satu senin malam terpanjang bagi dia untuk ber angan menjalani hari bahagia bersama gadis berkerudung Syar'i itu. Lima hari setelah itu semua berlalu akhirnya dia mengetahui nama sang gadis pujaan nya itu, tepat sabtu malam dimana sang gadis membeli satu porsi martabak kacang coklat di kakilima sebuah ruko yang berada di ujung jalan. pemuda itu memberanikan diri untuk menyapa dengan kata yang disusun layaknya seperti sedang ingin menyapa Elizabeth Queen. Dari percakapan singkat sambil menunggu abang penjual martabak itu menyelesaikan pesanan sang gadis, akhirnya dia mengetahui bahwa gadis berparas khas wanita melayu itu bernama Aurella dan pemuda itu mengenalkan namanya dengan jelas Leo Panthera, panggil saja Tera. Pemuda itupun merasa sedang berada di Emirgan Park Istambul, Turkey . Lampu lampu kendaraan di sekitar dia lihat bagaikan warna warni hamparan Tulip yang sedang mekar. Namun sekian detik kemudian dia merasa sedang berada di Kota Calang, Aceh Jaya saat sedang diterjang Tsunami 2004 lalu, ketika ada seorang pemuda lain menanyakan kepada Aurella apakah pesanannya sudah selesai, dalam diam Tera berfikir keras sambil berucap dihati semoga laki laki ini bukan pangeran sang Queen Aurella.
NB : bagaimana kelanjutan cerita cinta Tera & Aurel...?
cerita ini bersambung, akan ada 6 sequel

