Sabtu, 10 Februari 2018

Luka itu memang bisa sembuh, tapi tidak sesederhana itu .


Teruntuk kamu yang pernah menjadi bidadari di masalaluku

satu pertanyaan yang selalu menari di kepalaku, untuk apa kembali lagi..????  Untuk apa...??? 

untuk apa kembali disaat semua sudah hampir aku susun rapi


Sadarkah kamu bahwa kita hidup bukan di negeri dongeng ?
negeri dimana apapun yang kita inginkan bisa kita dapatkan kapanpun dan bagaimanapun
sadarkah yang kamu hadapi itu manusia, dimana manusia itu punya perasaan, hati kecil yang bisa kapan saja berubah  ?

kamu dulu kemana ?
mengapa menghilang begitu saja disaat aku benar-benar mengagumimu, disaat aku meyakini bahwa kamu itu everything

kamu yang dulu yang aku fikir adalah matahari, ternyata hanya sebuah pelangi, yang hadir dengan segala warna yang indah namun hanya sesaat

ya, sekarang aku sadar bahwa kamu memang seperti hujan, hadir tak menentu, dan sekalinya hadir pun untuk pergi kembali, dan entah kapan lagi akan kembali, mungkin saja lupa untuk kembali


Kini kamu hadir kembali, ingin mengulang semuanya dari awal... ohhh no, tidak semudah itu sayang
kalau begitu, dimana letak keadilan  ? disaat aku berjuang menata kembali sudut ruang yang kamu tinggalkan dengan sangat berantakan, kini kamu hadir dengan senyum tidak berdosa ingin masuk kembali
maaf, aku saja lelah sekali menata untuk merapikannya, dan aku berfikir bahwa aku takkan pernah membiarkan ruang itu berantakan untuk kesekian kali, apalagi dengan orang yang sama

Aku tidak benci, sama sekali tidak membencimu, sedikitpun tidak, kamu tahu aku selalu mencobanya namun hasilnya selalu sia-sia 
Tapi ada satu rasa yang lebih dari itu, aku kecewa, sangat kecewa. Rasa kecewa yang membuatku berat untuk kembali berjalan disisimu, kecewa yang membuatku menjauh darimu

Aku takut, takut salah lagi  memperjuangkan dan pada akhirnya nanti aku terjatuh lagi ke jurang yang sangat kelam itu, dan kamu hanya bisa melihatku tanpa pernah mencoba membantuku untuk berdiri

Sudahlah, mungkin ini memang jalan kita untuk berada di arah yang berbeda dan berjalan dengan orang yang bukan kita

Masa lalu memang tak pernah bisa dilupakan namun bukan berarti aku harus tenggelam lagi di dalamnya
biar semua cerita yang pernah kita lalui menjadi sebuah cambukan bahwa tidak akan pernah ada alasan untuk menyia-nyiakan dia yang kini bersamamu, karena semua akan terasa bermakna setelah tiada, dan aku yakin pada sebuah kata bijak dari orangorang diluar sana bahwa "Apabila sesuatu yang sudah pergi, meski kembali dia tak akan pernah lagi sama"

Setidaknya kamu bisa paham bahwa tidak sepantasnya kamu menyalahkan keadaan dimana saat keadaan dulu berpihak padamu, kamu justru acuh akan seseorang yang menggantungkan harapan nya kepada mu
Ingatlah , yang kamu hadapi manusia, benda hidup, bukan benda mati yang tidak pernah berpikir tentang sesuatu yang sesungguhnya terjadi

luka itu memang bisa sembuh, tapi tidak sesederhana itu !